RABIUL AWAL DALAM LINTASAN SEJARAH

Oleh Alif Jumai Rajab, Lc.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُ..

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أيها الناس رحمكم الله

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Dari nikmat kesehatan, waktu luang, terlebih lagi dua nikmat yang besar yang Allah tanamkan di dalam hati kita masing-masing yaitu nikmat iman dan islam.

Nikmat-nikmat tersebut akan selalu ada dan bertambah, manakala kita barengi dengan kesyukuran dan juga menggunakan nikmat-nikmat tersebut dalam ketaatan kepada Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Terjemahnya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat pedih.” (QS. Ibrahim ayat 7).

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada keluarganya, para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

            Tahukah kita, bahwa pada bulan ini yaitu bulan Rabi’ul awwal terdapat 3 peristiwa penting dalam sejarah perjalanan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Di antara peristiwa tersebut ialah;

  • Bulan Rabi’ul Awwal Adalah Bulan Lahirnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

            Para ulama sepakat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada hari Senin. Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab :

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Artinya: “Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.” (HR. Muslim, no. 1162).

            Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir di kota Mekkah. Adapun tempat kelahirannya di Mekkah, ada yang mengatakan di sebuah rumah yang ada di Syi’ib Bani Hasyim. Ada yang mengatakan di sebuah rumah dekat Shafa. Selain itu, orang yang bertindak sebagai bidannya adalah ibunda ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu wa ‘anha.

            Para ulama juga bersepakat bahwa kelahiran Nabi shallallahu alaihi wa sallam terjadi pada bulan Rabi’ul awwal. Namun mereka berselisih mengenai penanggalannya, di antara mereka ada yang menyebutkan tanggal 2, ada juga yang menyebutkan tanggal 8, tanggal 9, tanggal 10, tanggal 12, tanggal 17 dan tanggal 22 bulan Rabi’ul Awwal.

            Adapun tahun kelahiran Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah di tahun gajah, tahun 571 Miladiah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

Bulan Rabi’ul Awwal Adalah Bulan Nabi Hijrah ke Kota Madinah.

            Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- بِمَكَّةَ ثُمَّ أُمِرَ بِالْهِجْرَةِ فَنَزَلَتْ عَلَيْهِ (وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِى مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا)

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulunya di Mekkah dan beliau diperintahkan             untuk berhijrah, lantas turunlah ayat (yang artinya), “Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong” (QS. Al Isra’ ayat 80).” (HR. Tirmidzi no. 3139 dan Ahmad 1: 223).

            Para sahabat sebelumnya telah mendahului Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam berhijrah, mereka telah sampai di kota Madinah dan menunggu kedatangan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Adapun yang menemani Rasulullah dalam berhijrah ialah Abu Bakar as-Shiddiq radhiallahu anhu.

            Dari hadits ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Jibril :

مَنْ يُهَاجِرُ مَعِي؟ قَالَ: أَبُوْ بَكْر الصِّدِّيْق

Artinya: “Siapa yang hijrah bersamaku?” Jibril menjawab, “Abu Bakr Ash Shiddiq.” (HR. Al Hakim dalam Mustadrok 3: 5. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, begitu pula matannya. Hal ini disepakati pula oleh Imam Adz Dzahabi, ia mengatakan       bahwa hadits ini shahih gharib).

            Disebutkan dalam kitab Ar-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh al-Mubarakfury, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan kota Makkah menuju kota Madinah pada tanggal 27 Safar, ditemani oleh Abu Bakar as-Shiddiq. Dan tiba di kota Quba (beberapa kilometer dari kota Madinah) pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awwal.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

Bulan Rabi’ul Awwal Adalah Bulan Wafatnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

            Bulan Rabi’ul Awwal juga merupakan bulan dimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam wafat, tepatnya pada tahun ke-11 Hijriah hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal.

            Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu menceritakan hari tersebut dengan mengatakan,

مَا رَأَيْتُ يَوْماً قَط كَانَ أَحْسَنُ وَلَا أَضْوَأ مِنْ يَوْم دَخَلَ عَلَيْنَا فِيْهِ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم، وَمَا رَأَيْتُ يَوْماً كَانَ أَقْبَحُ وَلَا أَظْلَمُ مِنْ يَوْم مَاتَ فِيْهِ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم

Artinya:“Aku tidak pernah melihat satu hari pun yang lebih baik dan lebih bersinar daripada hari kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (di kota Madinah), dan aku tidak melihat satu hari pun yang lebih buruk dan lebih gelap daripada hari kematian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.” (HR. Ad-Darimi dan al-Baghawi).

            Dalam riwayat Ummul Mu’minin Aisyah radhiallahu anha juga menceritakan detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dimana beliau radhiallahu anha mengatakan, “Beliau shallallahu alaihi wa sallam mengangkat tangannya dan pandangannya ke langit, kedua bibirnya bergerak, yang terdengar oleh Aisyah adalah :

مَعَ الَذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِيْن، اَللَّهُمَّ اِغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِي بِالَّرِفِيْقِ الأَعْلَى، اَللَّهُمَّ الرَّفِيْقُ الأَعْلَى

Artinya : “Bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada` dan shalihin, ya Allah ampunilah aku dan rahmatilah aku, dan kembalikan aku kepada ar-Rafiq al-A’la, ya Allah ar-Rafiq al-A’la.” (HR. Muslim).

            Kata terakhir terulang tiga kali dan tangannya luruh. Kemudian beliau shallallahu alaihi wa sallam pun wafat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

Demikianlah 3 peristiwa besar yang pernah terjadi di bulan rabi’ul awwal, semoga apa yang kita dengarkan menjadi pelajaran buat kita semua, sekaligus menambah kecintaan kita kepada baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِمَا مِنَ العِلْمِ وَالْحِكْمَةِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abu Bakar as-Shiddiq,

يَا أَبَا بَكْرٍ! لَيْتَ أَنِّي لَقِيتُ إِخْوَانِي، لَيْتَ أَنِّي لَقِيتُ إِخْوَانِي، فَإِنِّي أُحِبُّهُمْ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! نَحْنُ إِخْوَانُكَ! قَالَ:” أَنْتُمْ أَصْحَابِي، إِخْوَانِي الَّذِينَ لَمْ يَرَوْنِي وَصَدَّقُونِي وَأَحَبُّونِي

Artinya: “Wahai Abu Bakar, seandainya saja aku bertemu saudara-saudaraku, seandainya saja aku bertemu saudara-saudaraku, sesungguhnya aku mencintai mereka.’ Abu Bakar berkata, ‘Bukankah kami saudara-saudaramu wahai Rasulullah?’ Rasulullah bersabda, ‘Kalian adalah sahabat sahabatku, saudara-saudaraku adalah mereka yang belum      pernah melihatku namun dia membenarkanku dan mencintaiku?” (HR. Ahmad).

Keutamaan ini tentunya diperuntukkan untuk mereka yang belum pernah melihat wajah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, belum pernah sezaman dengan Nabi, namun ia beriman, dan mencintai semua apa yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Mereka mentaati apa yang datang dalam bentuk perintah, mereka berusaha meneladani dan mempraktikkan apa yang menjadi sunnah dari kehidupan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan berusaha menjauhi apa yang dilarang dan tidak dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Mereka itulah saudara Nabi, saudara yang dirindukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang mulia, semoga kita semua termasuk di dalam golongan tersebut.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

Di akhir khutbah ini … Jangan lupa untuk memperbanyak shalawat pada hari Jumat. Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)

Juga marilah pula kita memanjatkan doa pada Allah, semoga doa kita benar-benar diperkenankan oleh Allah di hari penuh berkah dan diijabahinya doa. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Download PDF-nya di https://bit.ly/RabiulAwalDalamLintasanSejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.