Yogyakarta — Kegiatan Kajian Tadabbur Al-Qur’an dan Tebar Ifthar Nusantara 1447 H digelar pada Jumat, 27 Februari 2026, di Balai RW 03 Kelurahan Sorosutan, Yogyakarta. Mengusung tema “Ramadhan Momentum Emas, Mengingat Akhirat, Mengubah Diri,” kegiatan berlangsung khidmat meski hujan deras melanda sejak pagi hingga menjelang acara, antusiasme warga tak surut.
Kajian disampaikan oleh Ustadzah Ami dengan pembahasan Surat At-Takatsur bertajuk “Sibuk Sampai Kubur.” Dalam penyampaiannya, jamaah diajak untuk waspada agar tidak lalai dalam kesibukan, menyadari bahwa kubur adalah gerbang kehidupan akhirat, serta mempersiapkan diri karena setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.
“Maka mari luruskan niat sebelum berkunjung ke liang lahat,” pesan Ustadzah Ami di hadapan jamaah.
Sebanyak 85 paket ifthar dibagikan kepada jamaah dan warga di Sorosutan. Pada waktu yang sama, tim juga menyalurkan 70 paket ifthar kepada para santri di Pondok Pesantren Al Madinah. Para santri menyambut penyaluran ifthar tersebut dengan sukacita dan penuh kebersamaan. Menu ifthar yang dibagikan telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari pusat, terdiri atas nasi, lauk, sayur, buah, dan kurma.
Khusus di Sorosutan, kegiatan didukung oleh ibu-ibu Pengajian RAS (Rukun Agawe Santosa) yang membantu pelaksanaan acara, mulai dari registrasi, pengaturan tempat, hingga pembagian ifthar.
Salah satu peserta menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat senang dengan kegiatan seperti ini. Semoga semakin banyak yang hadir untuk thalabul ‘ilmi dan menjadikannya bekal kehidupan,” ujarnya.
Selain kajian dan tebar ifthar, acara di Sorosutan juga dimeriahkan bazar baju layak pakai dan sembako murah yang disambut antusias masyarakat.
Kegiatan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian Tebar Ifthar Nusantara 1447 H. Tahap berikutnya direncanakan akan dilaksanakan di Masjid Baitul Qahhar guna memperluas manfaat kepada masyarakat.

Radio Wahdah