Mukerda VII Muslimah Wahdah Kota Yogyakarta : Kuatnya Sinergi dan Kolaborasi Diwujudkan dalam Kereta Dakwah

Yogyakarta – Muslimah Wahdah Daerah Kota Yogyakarta melaksanakan Mukerda VII (Musyawarah Kerja Daerah) dengan mengusung tema “Mengokohkan Soliditas dan Semangat Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Umat dan Bangsa”, Sabtu (28/01/2023). Mukerda VII yang berlangsung di Aula Masjid Ukhuwah Islamiyah Sutopadan, DIY, dihadiri sekitar 15 peserta dari MWD Kota dan MWW DIY secara luring dan daring.

Sementara itu, pembukaan Mukerda dihadiri oleh Ustadzah Lulu Choriroh, S.Ag., selaku ketua MWW DIY. Ia menyampaikan bahwa dakwah membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan yang lain. Dengan menjaga keikhlasan dalam beramal, terutama amal jama’i sebagai bentuk ketaatan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Di dalam musyawarah ini akan banyak merumuskan kebaikan, tidak hanya untuk kebaikan kita, pribadi, dan keluarga, tetapi juga menjadi bagian bahwa itu keputusan bersama, yang harus diusung dan diupayakan bersama. Dan semoga amal jama’i ini dapat kita wujudkan untuk mengokohkan soliditas dan diwujudkan dalam kereta dakwah,” tuturnya.

Serupa dengan hal tersebut, Ketua MWD Kota Yogyakarta, Ustadzah Aliyah, S.Ag., berpesan kepada para peserta agar bersama-sama menerapkan sesuai yang tercantum pada Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 103. “Mencoba bersama-sama dalam kepengurusan, berjamaah dalam dakwah, mengambil sebagian kecil yang mungkin sudah dilakukan banyak orang, tetapi kita tidak ingin berdiam diri, tidak ingin mengambil peran yang belum dicapai oleh mereka. Kita menginginkan hal ini menjadi langkah dakwah dan menjadi penguat untuk mengatasi persoalan yang ada pada umat terutama kaum muslimah sekitar kita. Kata ‘kecil’ ini bukan berarti mengecilkan arti dakwah tetapi kecil bagian dari yang kita lakukan, semoga menjadi kereta haluan dan besar di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh Pengurus Muslimah Wahdah Islamiyah Daerah (MWD) Kota Yogyakarta dan Pengurus Muslimah Wahdah Wilayah (MWW) DIY ini membahas program kerja untuk satu tahun ke depan.

Sehingga Ketua DPD Wahdah Islamiyah Yogyakarta, Ustadz Hasbi Nur Prasetyo Wisudawan, S.T., M.T., menyampaikan kepada para peserta Mukerda agar jangan merasakan musyawarah ini sebagai beban. “Tujuan musyawarah ini adalah sebagai sarana, kanal, untuk menyepakati berbagai macam persoalan program internal dan eksternal. Tidak dibicarakan di belakang, tetapi dibicarakan di kanal. Disesuaikan dengan kapasitas dan kompetensi yang dimiliki di tingkat paling ujung sebagai eksekutor,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.