Yogyakarta — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Yogyakarta menyelenggarakan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) ke-10 pada Ahad, 18 Januari 2026, bertempat di Gedung DPRD Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus DPD Wahdah Islamiyah Kota Yogyakarta sebagai forum evaluasi dan perencanaan program dakwah ke depan.
Mukerda ke-10 mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Menyelesaikan Permasalahan Umat demi Terwujudnya Kota Yogyakarta yang Berkah.” Tema ini menjadi respon atas kompleksitas persoalan umat di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kota Yogyakarta, Dr. Hasbi Nur Prasetyo W., S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa selama kurang lebih satu dekade, Wahdah Islamiyah Kota Yogyakarta terus mengambil peran strategis dalam pembinaan umat melalui dakwah tauhid, pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dengan Metode Dirosa, serta pembinaan remaja dan mahasiswa melalui Pondok Qur’an Mahasiswa.
“Tema Mukerda ini merupakan bentuk ikhtiar Wahdah Islamiyah dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi, agar manfaat dakwah semakin luas dan keberkahan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Mukerda ini turut dihadiri perwakilan DPW Wahdah Islamiyah D.I. Yogyakarta, yakni Ustadz Abu Ayyub, Ustadz Wandi, dan Ustadz Aulia. Dalam arahannya, Ustadz Abu Ayyub selaku Ketua DPW Wahdah Islamiyah DIY menegaskan bahwa DPD Wahdah Islamiyah Kota Yogyakarta hadir sebagai wadah dakwah, khususnya bagi para pemuda.
“Dakwah ini bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi lahir dari simpati dan empati terhadap umat. Masalah bukan alasan untuk berhenti, justru menjadi tangga untuk naik ke level yang lebih tinggi. Dakwah adalah mega proyek yang menentukan arah masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk berjamaah, saling berta’awun, dan bekerja sama dalam menyiapkan generasi pemuda 10 hingga 20 tahun ke depan.
Sambutan tokoh juga disampaikan oleh Ahmad Mustafidh, S.Ag., M.Hum., mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Ia menyinggung Asta Protas Kementerian Agama RI sebagai delapan program prioritas Kemenag periode 2025–2029 dengan semangat Kemenag Berdampak.
“Semangat Asta Protas sangat selaras dengan tema Mukerda Wahdah Islamiyah Kota Yogyakarta. Wahdah Islamiyah memiliki peran penting dalam pembinaan remaja sebagai kelanjutan pendidikan anak-anak setelah lulus TPA, agar tetap berada dalam lingkungan yang baik dan bernilai dakwah,” ujarnya.
Mukerda secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Yogyakarta, Triyono Hari Kuncoro. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya sikap bijak di tengah kemajuan teknologi.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kita harus tetap mawas diri, ojo gumunan, ojo kagetan. Persoalan umat, khususnya persoalan remaja, membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” tuturnya.
Menurutnya, Wahdah Islamiyah Kota Yogyakarta yang diisi oleh anak-anak muda memiliki potensi besar untuk menyentuh generasi muda melalui media sosial dengan menghadirkan budaya positif, serta menjadi mitra strategis dalam memberikan masukan kebijakan demi kemaslahatan masyarakat Kota Yogyakarta.


Radio Wahdah