Hadirkan Brand Konsultan, DPW Wahdah Islamiyah Daerah Istiemewa Yogyakarta Siap Menjadi Ormas yang Lebih Berkembang

Yogyakarta – Tidak seperti Musyawarah Wilayah Kerja (Mukerwil) pada umumnya, DPW Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari kedua Mukerwil VIII (22/01) di Gedung Madinah Asrma Haji Yogyakarta menghadirkan Dimas Witjaksono (Brand Konsultan) sebagai pemateri Kuliah Umum dengan tema “Strategi Branding untuk Ormas Islam”.

“Pertama-tama perlu untuk kita sadari bahwa dalam membangun sebuah Perusahaan, Ormas, Komunitas atau lainnya perlu untuk kita ketahui mengenai ESG-Centric Enterprise Strategy (Environment, Society, Governance). Ini adalah kunci sukses yang disepakati dunia dalam membangun sebuah Perusahaan, Ormas, Komunitas atau lain sebagainya.” ungkap Dimas dalam presentasinya.

“Kita sebagai seorang muslim telah memiliki ke 3 hal ini. Bukankah menjaga alam adalah bagian dari nilai-nilai Islam? Bukankah bermasyakarat adalah bagian dari nilai Islam? Bukankah telah kita pelajari fikih? Maka kita umat Islam telah selesai dalam 3 (Environment, Society, Governance) perkara ini” papar Dimas.

Agenda Kuliah Umum yang berlangsung dari pukul 10.00 sampai 12.00 ini berlangsung lancar dan mendapat respon yang sangat baik oleh peserta terbukti dengan adanya beberapa pertanyaan yang dilontarkan.

“Bagaimana kita dapat menyatukan antara Personal Branding dan Organization Branding?” tanya salah satu peserta.

Personal Branding dan Organization Branding bukanlah dua hal yang bertolak belakang, melainkan hal ini dapat dipadukan untuk kemudian dikembangkan. Bukankah dalam organisasi ada yang namanya program kerja? Maka ini bagian dari Organization Branding dan kita sebagai bagian dari organisasi menjalankan program tersebut dengan kekhasan kita maka inilah Personal Branding” jawab Dimas dengan mantap.

Agenda Kuliah Umum ini kemudian ditutup dengan penyerahan bingkisan dan plakat Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diserahkan langsung oleh Ketua DPW Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Abu Ayyub.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.