Hadiri Silaturahmi MUI dan TNI Tuk Bahas Gaza, Ketua Harian DPP Lontarkan Pertanyaan Ke Jenderal Agus Subiyanto: Apa Langkah Kongkret Untuk Menghentikan Genosida?

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) MUI Pusat menggelar silaturahmi bersama Panglima TNI membahas isu terkait Gaza. Bertempat di Gedung MUI Pusat Jakarta pada Jum’at (14/6/2024).

Sekjen MUI Dr. Amirsyah Tambunan menyatakan bahwa acara ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap TNI.

“MUI memberikan perhatian yang besar terhadap ikhtiar dan peran TNI dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan UUD RI Tahun 1945,” ujarnya.

“Terkait dengan ini, Dewan Pimpinan MUI memberikan dukungan yang kuat atas komitmen, sikap, kebijakan, dan program TNI dalam menjaga dan mewujudkan perdamaian di wilayah dunia yang dilanda konflik bersenjata atau perang,” lanjutnya.

Dalam paparannya Panglima TNI Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si menyampaikan bahwa TNI telah menindaklanjuti arahan Menhan Prabowo Subiyanto untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza.

“Saya sedang menyiapkan dan melakukan pengecekan rumah sakit lapangan dan kita akan mengirimkan satu batalyon komposit. Rumah sakitnya sudah lengkap, termasuk untuk tindakan operasi,” terangnya.

“Untuk evakuasi, TNI menyiapkan 2 helikopter. Sedangkan untuk logistik telah disiapkan pesawat pengangkut untuk membawa pasien yang akan dirawat di Indonesia,” imbuhnya.

Sedangkan untuk mekanisme pengiriman pasukan, TNI akan mengikuti regulasi yang telah diatur oleh PBB.

Dalam forum tersebut hadir juga mantan Wapres Jusuf Kalla.MUI dan TNI Silaturahmi Bahas Konflik GazaMengomentari pembantaian yang terjadi di Gaza, mantan Wakil Presiden tersebut menyoroti Amerika. Menurutnya salah satu biang kerok konflik di Gaza adalah Amerika.

“Amerika ingin damai, tapi dia juga yang kirim senjata. Kenapa seperti itu? Karena Yahudi mengendalikan keuangan Amerika,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi, Ketua Harian Wahdah Islamiyah Ust. Dr. Rahmat Abdul Rahman menanggapi paparan Panglima TNI terkait pengiriman bantuan ke Gaza. Menurutnya, saat ini yang lebih mendesak adalah perlunya langkah kongkret untuk menghentikan genosida.

“Kita tidak ingin generasi itu hilang. Yang paling penting sekarang adalah, apa langkah kongkret untuk menghentikan genosida?” tegasnya.

Ustadz Rahmat juga menanggapi soal perseteruan antara faksi Fatah dan Hamas yang disinyalir sebagai salah satu sebab sulitnya mengatasi konflik di Gaza. Menurutnya Indonesia dapat berperan aktif untuk mendamaikan keduanya.

“Dubes Palestina juga ada disini. Seharusnya kita bisa lebih aktif mengupayakan langkah kongkret untuk mendamaikan Fatah dan Hamas,” pungkasnya.

Pertemuan silaturahmi tersebut dihadiri oleh berbagai ormas Islam tingkat pusat dari seluruh Indonesia. [ibw]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.