Bagaimana Strategi Dakwah Komunitas bersama Teras Dakwah, Masjid Jogokariyan dan Biker Muslim Ceria ?

Ahad (14/1). Dakwah komunitas menjadi strategi yang ternyata memiliki segmentasi dan pengelolaan tim yang unik. Dari sejak perekrutan, lahan dakwah dan metode levelisasi nya.

Kang Akhid founder Teras Dakwah memaparkan bagaimana tantangan menggunakan relawan yang tidak terikat kemudian merubah strateginya dengan Relawan umum, Santri Penggerak Dakwah dan Santri Pengemban Amanah Dakwah. Pola penempatan dan apresiasi juga kang Akhid paparkan dengan sesuai kopetensi dan tidak bergaji dengan uang.

Disesi selanjutnya Kang Haidar perwakilan Masjid Jogokariyan menjelaskan bagaimana strateginya adalah mengoptimalkan potensi warga kampung Jogokariyan untuk kerja-kerja dakwah dan urusan umat. Jogokariyan dalam pola kaderisasinya menggunakan jenjang umur dari anak-anak, remaja, keluarga muda dan keluarga senior.

Dany Aryo Putro humas BMC memiliki keunikan berbeda lagi dengan konten syar’inya di komunitas hobi motoran mereka. Dengan menerapkan nilai-nilai syariat dalam kegiatan komunitasnya Kang Dany mencoba untuk mewarnai komunitas yang memiliki image peyoratif ini.

Dari ketiga model dakwah komunitas ini memiliki tantangan sama yang masih menjadi catatan yaitu kaderisasi dan keaktifan dalam kerja-kerja dakwah. Ustadz Rahmat juga menegaskan bahwa dalam fiqih dakwah, wasilah merupakan ranah ijtihadiyah dan persoalan bangsa ini tidak bisa diselesaikan dengan 1 atau 2 cara saja. Perlunya kepemimpinan nasional yang bisa mengonsolidasikan gerakan-gerakan dakwah ini. Harapan beliau Wahdah Islamiyah sebagaimana namanya bisa menjadi salah satu konsolidator bukan malah menjadi pemecah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.