Ambo Sakka : Mukerwil VIII Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta Tidak Biasa

Yogyakarta – Mendampingi berjalannya Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) VIII Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakrata digedung Madinah Asrama Haji Yogyakarta, Ambo Sakka, S.K.M., M.A.R.S., selaku Wakil Sekretaris Jenderal Wahdah Islamiyah mengakui bahwa Mukerwil VIII Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta tidak biasa.

“Mukerwil kali ini sangat berbeda dengan Mukerwil pada umumnya. Jika Mukerwil di wilayah lainnya hanya ada sambutan-sambutan dari tokoh dan sidang pleno, Mukerwil yang diadakan di Yogyakarta ini sangat tidak biasa.” ungkapnya.

Pasalnya Mukerwil VIII Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilaksanakan pada tangga 21-22 Januari ini juga diselingi dengan Daurah Manajemen 1 di hari pertama (21/01) dan Kuliah Umum bertema Strategi Branding untuk Ormas Islam di hari kedua (22/01).

“Mukerwil ini sangat tidak biasa karena di hari pertama agenda Mukerwil diselingi dengan Daurah Manajemen 1 dan di hari kedua diselingi dengan Kuliah Umum terkait dengan Branding Ormas.”

Ketua DPW terpilih DPW Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Abu Ayyub juga menuturkan bahwa Mukerwil kali ini yang mengangkat tema “Mengukuhkan Soliditas dan Semangat Kolaborasi Untuk Membangun Masyarakat Yogyakarta Istimewa” berbeda dengan Mukerwil di tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya karena agenda kegiatannya tapi juga karena suasananya.

“Suasana yang saya rasakan pada Mukerwil kali ini dibandingkan yang sebelumnya sangat berbeda. Pada Mukerwil ini suasana musyawarahnya begitu terasa. Saya tanya kepada peserta Mukerwil semua, Mukerwil kali ini sangat berbeda dengan Mukerwil sebelum-sebelumnyakan?” paparnya ketika sambutan pada agenda penutupan.

Pertanyaan ini disambut meriah oleh peserta Mukerwil dengan sorak persetujuan atas pertanyaan Abu Ayyub.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.